Manchester City
The Citizens Terpenjara
Saya akan membawa Anda kembali ke hari Senin, 20 Desember 2010. Everton bermain selama setengah jam terakhir di City of Manchester Stadium, dengan 10 orang, setelah Victor Anichebe menerima kartu kuning keduanya dan harus mengakhiri laga lebih awal di Eastlands.
Meski kalah jumlah, The Toffees meraih kemenangan, dan harapan Manchester City untuk memimpin klasemen Barclays Permier League pun pupus.
Saya harus mengajak anda mengingat kembali ke masa itu karena kala itulah Manchester City menderita kekalahan kandang terakhir di liga. Sejak saat itu, hanya Fulham, Sunderland, dan Arsenal yang berhasil membawa pulang satu poin, sedangkan yang lain harus puas pulang dengan kekalahan.
Merupakan suatu pencapaian mampu meraih rekor kandang dengan 29 kemenangan dan 3 imbang dari 32 pertandingan hingga saat ini, termasuk pencapaian menjadi juara EPL musim lalu.
Satu dari 29 laga kemenangan di kandang tersebut, yang terkenal, pada hari terakhir Premier League musim lalu, sebuah laga yang menyajikan drama dan tensi paling tinggi yang bisa Anda bayangkan. Manchester City akhirnya mengalahkan QPR dengan dua gol saat memasuki menit tambahan di akhir pertandingan.
Saat fan di Etihad Stadium bersiap untuk menangisi laga tersebut, sebuah respon yang dapat dipahami ketika mereka menyadari klub tercintanya membuang peluang emas untuk meraih titel juara liga pertama kali dalam 44 tahun, Edin Dzeko muncul dengan gol penyeimbang, dan satu gol Sergio Aguero mengamankan hasil akhir pertandingan yang memberikan kesenangan layaknya menyaksikan sebuah konflik global berakhir.
Euforia di kalangan fan City dapat dimengerti, dan jelas terlihat, terlebih lagi setelah mereka mengalami momen emosional. Tidak heran bila ada yang beranggapan bila pencapaian tersebut menciptakan momentum yang akan mereka bawa dalam menyongsong musim baru.
Jelas gambarannya tidak demikian, dan kekalahan City pada Selasa malam dalam Capital One Cup merupakan akibat dari rentetan performa buruk dari tim yang terdiri dari jajaran pemain-pemain mahal.
Fakta bahwa hal ini terjadi di Etihad Stadium, sebuah benteng yang sulit ditaklukkan, memberikan alasan bagi pendukung City untuk khawatir.
Apakah Mancini merombak susunan tim dan mengistirahatkan pemain kunci? Mungkin, dan memang, tetapi skuad City masih dihuni pemain seperti Tevez, Balotelli, Kolarov, Milner, dan Barry, di mana setiap pemain tersebut merupakan pemain internasional berpengalaman.
Setelah mengeluarkan banyak uang, Manchester City akhirnya berhasil mendapatkan yang mereka inginkan musim lalu dan menjadikan mereka musuh bersama. Mereka berada di puncak kehebatan, ditambah dengan rasa senang dari pesta juara pada Mei seharusnya mampu memberi mereka awal fantastis untuk memulai musim baru.
Sayangnya seperti ada yang lupa mengingatkan akan hal tersebut kepada para pemain dan mungkin juga sang manajer.
Sejauh ini Manchester City berada jauh dari performa terbaik mereka. Kita melihat mereka mengalahkan banyak tim musim lalu, dengan agak menyombongkan diri, hasil dari kesuksesan dan kemampuan untuk mengendalikan pertandingan sesuai keinginan mereka.
Gaya tersebut kini hilang dan pertahanan yang solid musim lalu kini menjadi lembek. Manchester City kebobolan total 29 gol di Premier League 2011/2012, tetapi setelah lima pertandingan pada musim ini, pertahanan mereka malah telah dibobol tujuh kali.
Ini berarti kita melihat kemungkinan Joe Hart harus memungut bola dari gawangnya hingga 50 kali sebelum Mei 2013. Saya berani bertaruh ini bukan formula untuk merengkuh titel juara.
Selain penampilan di bawah standar, masih ada satu atau dua hal yang menjadi pengganggu. Roberto Mancini terlihat muram pada Selasa malam, dan mudah kehilangan kesabaran terkait respon terhadap kritik Joe Hart setelah Manchester City menderita kekalahan di Liga Champion dari Real Madrid.
Menjaga sebuah tim sekumpulan bintang sepak bola untuk selalu senang telah menjadi dan akan selalu menjadi tantangan terbesar Mancini. Setiap pemain menginginkan waktu bermain dan kita harus memberi porsi bermain untuk tetap menyenangkan mereka. Sejauh musim berjalan tampaknya akan datang hal lain yang juga harus dipikirkan dan tampaknya kemampuan manajerialnya akan diuji sampai batas kemampuannya.
Memang ini masih di awal musim dan hanya media yang membicarakan tentang munculnya krisis dalam klub.
Namun, banyak tim lain di Premier League yang mulai melihat timbulnya kelemahan dan perpecahan di Eastlands, yang akan semakin mempersulit mereka sendiri seiring dengan berjalannya musim ini. Setiap orang di Manchester City menyadari mereka harus kembali tampil layaknya juara, cepat atau lambat, sebelum penampilan awal musim ini menjadi semakin mengkhawatirkan.
Saksikan Andrew Leci dalam The Verdict pada pukul 20.00 di ESPN, dan saat pertandingan langsung Barclays Premier League. (bolanews.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar